blog single post
Pemandangan dari KL Tower
Jalan - Jalan

Jalan-jalan di Kota Kuala Lumpur, Hari Kedua

MEMASUKI hari kedua berada di Kota Kuala Lumpur, kami berkunjung ke salah satu menara tertinggi di Asia Tenggara, yakni Menara Kuala Lumpur atau dikenal dengan nama KL Tower.

Sebelumnya, kami menyempatkan diri untuk sarapan di sekitar kawasan Masjid Jameek dan Masjid India. Oleh paman dan tante yang membawa kami berjalan-jalan di Kuala Lumpur, menyarankan kami untuk sarapan salah satu menu favorit, yakni roti jala.

Makanan ini terbilang unik. Bukan hanya karena namanya, tapi bentuknya yang seperti kue dadar namun berwarna kuning.

Uniknya lagi, roti ini dimakan bersama dengan kari. Saya bahkan menghabiskan dua porsi roti jala yang enak tersebut.

Selanjutnya kami menuju ke KL Tower dengan menggunakan Grab Car. Untunngnya, di Malaysia sendiri sudah banyak driver Grab Car yang bisa diperoleh dengan cepat.

Dari kawasan Masjid Jameek, kami menuju ke KL Tower menggunakan Grab Car hanya sekira 30 menit. Biasanya hanya seharga RM 12.

Sampailah kami di KL Tower yamng merupakan salah satu menara tertinggi di Asia. Untuk diketahui, Menara Kuala Lumpur merupakan sebuah menara terletak 515 meter dari aras laut dengan ketinggian 421 meter.

Menara Kuala Lumpur terletak di kemuncak Bukit Nanas 94 m dari aras laut. Menara Kuala Lumpur diresmikan oleh bekas Perdana Menteri Malaysia iaitu Tun Dr. Mahathir bin Mohamad pada 1 Oktober 1996. Saat ini, menara ini merupakan bangunan komunikasi ketujuh tertinggi di dunia.

Dari atas menara, terlihat pemandangan kota Kuala Lumpur yang indah. Beberapa bangunan di Kota Kuala Lumpur terlihat sedang direnovasi saat kami datang.

Untuk melihat secara jelas aktivitas masyarakat Kota Kuala Lumpur, di KL Tower disediakan teleskop. Melalui teleskop inilah, para wisatawan bisa melihat dengan jelas gedung dan aktivitas masyarakatnya.

Memang ada keunikan tersendiri saat berada di atas ketinggian. Saya sarankan untuk mencoba masuk ke dalam boks kaca yang ada di lantai tertinggi. Dari tempat itu kita bisa melihat lebih dekat kota Kuala Lumpur.

Siapa pun juga bisa berfoto bersama dengan keluarga di boks kaca tersebut karena tersedia jasa fotografi atau bisa sekadar selfie. Uniknya lagi, karena lantainya pun kaca, hingga bisa melihat ke bawah dengan sangat jelas.

Masih di KL Tower, ada pula restauran tertinggi. Tersedia berbagai menu makanan yang bisa dinikmati sambil melihat gedung-gedung di Kota Kuala Lumpur.

Usai menjelajah di KL Tower hingga ke Sky Deck, kami kemudian menuju ke Bukit Bintang yang jaraknya hanya sekira 20 menit dari KL Tower jika menggunakan kendaraan roda empat. Bukit Bintang dikenal juga dengan kawasan kampung Arab. Sebab, di tempat ini banyak kedai dan toko yang pemiliknya orang Arab.

Di tempat ini juga banyak cafe dan hotel yang ditempati oleh warga keturunan Arab. Sehingga, wajar jika tempat tersebut di sebut dengan kampung Arab. (*)

 

Tonton Vlognya :

Comments